Ucapkanlah selalu SUBHANNALLAH

Subhannallah Kuasa Allah Telah Memberi Kita Hidup untuk Hari ini... Betapa Besar KaruniaMU.

PUJI SYUKUR UNTUK SEMUA NIKMAT MU ALLAH

Alhamduilillah Puji Syukurku Berilah Kami Hati yang Iklash dalam berbagi dengan Saudara kami,.

(LA ILLAHHAILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH)

Tiada Kata Paling Sempurna Selain Kata La Illah Haillallah... Semoga Kita Bisa Mengucapkan Kata mulia ini di akhir Hanyat Kita KALIMAT PALING MULIA, BAHSAHILAH LIDAHKU DENGAN (LA ILLAHHAILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH)

Bertasbih dan Amal Baik

Berbagi Ber amal Dengan Ilmu Harta atau Pikiran www.2009islam.blogspot.com

Mari Berzikir

Semoga Saya Selalu di Permudah untuk berzikir padamu

Partners

www.oscomputer.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Beritane cah Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beritane cah Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2011

Pusing Mengurus Anak Pesantrenkan Saja


Banyak yang beranggapan bahwa menghadapi kondisi zaman sekarang sangat dilematis. Satu sisi, para orang tua percaya bahwa anak-anaknya akan tumbuh dengan baik dan kelak menjadi anak yang sholeh. Di sisi lain, sekolah yang selama ini diunggulkan lebih mengutamakan sisi kognitif saja sedangkan sisi afektif, sikap dan akhlak dijadikan nomor sekian.
Medium tempat belajar kedua bagi anak adalah keluarga. Saat ini tidak jarang orang tua yang supersibuk mengurusi berbagai kepentingan bisnis atau urusan sosial. Karenanya, banyak anak-anaknya dipercayakan kepada guru ngaji yang datang ke rumah atau si anak mengaji di surau, masjid dan tempat-tempat pengajian seperti Taman Pendidikan Al Quran.
Medium ketiga adalah masyarakat. Nah di sinilah para remaja akan bergaul dengan kawan-kawanya. Dan masalah yang timbul biasanya karena remaja salah memilih teman. Kalau sudah salah memilih teman, maka pengaruh negatif akan mudah merasuki jiwa si anak. Orang tua sering dibantah, sikap dan akhlak serta tatakrama menjadi sesuatu yang asing. Anak melawan orang tua, atau orang tua yang kejam kepada anak menjadi hal yang lumrah.
Ujung-unjungnya orang tua yang masih memiliki hati nurani akan masa depan anaknya akan memilikirkan jalan terbaik untuk menghindari semua itu. Banyak orang tuayang kemudian memondokkan anak-anaknya di pesantren. Atau ada juga yang memasukkan anak-anaknya di sekolah yang memiliki asrama sehingga anak akan banyak duduk di sekolah.
Dampak Anak Dipesantrenkan
1. Patuh dan Taat
Sikap menurut adalah sikap yang ditanamkan di pesantren. Di pesantren anak di didik untuk menuruti perintah orang tua. Di pesantren digantikan dengan pengasuh. Orang tua di pesantren adalah pengurus, pengasuh dan senior. Di sinilah anak-anak santri dibiasakan  untuk menghormati orang yang lebih dewasa, dalam sikapnya sehari-hari.
Apakah sikap ini baik? Menurut saya, untuk sebuah pendidikan karakter sangat bagus. Karena dampak dari sikap ini adalah bagaiaman orang akan menuruti perintah. Sebagaimana disiplin pada TNI, Polri, mereka juga harus menuruti perintah atasan, tanpa protes dan tanpa proses.
Tujuan akhir dari pembelajaran sikap menurut kepada kyai, atau pengasuh pesantren adalah bagaimana mereka mentaati peraturan pesantren dan pertauran perilaku yang baik tanpa kecuali. Misalnya, diharuskan kepada santri untuk berada di kamar dan belajar sampai jam sekian. Dilarang mencoret-coret tembok, dilarang merokok di asrama dan lain-lain. Selebihnya, diharuskan santri bangun malam hari untuk shalat tahajud  hingga subuh berjamaah.
Apakah menghilangkan daya kritis? Menurut saya tidak ada kaitannya dengana sikap kritis dalam ilmu pengetahuan. Justru dalam moment  pengajian dengan kyai,  diskusi antar santri serta pembelajarn di sekolah para  santri di asah untuk kritis terhadap pelajaran. Mereka disuruh membaca, menelaah dan membuat resuma kadang pula memberi perbandingan dengan sumber-sumber lain. Otomatis daya kritis santri terhadap materi pelajaran cukup terasah.
Pesantren mirip dengan masyarakat yang memiliki peraturan, pendidikan dan keteraturan dalam hidup. Itulah pesantren yang ditata dengan manajemen yang baik. Si santri bukan saja mendapat ilmu pengetahuan secara luas, mereka juga dibiasakan dengan sikap dan prilaku yang cinta kepada almamaternya dan cinta peraturan serta cinta dan taat dalam beribadah.  Coba, lihat apakah di sekolah umum ada hal-hal seperti ini?
2. Cinta Ilmu dan Ibadah
Cinta ilmu pengetahuan merupakan dampak dari  sisi positif anak di pesantrenkan. Mereka yang di didik dalam pesantren dan ikut sekolah formal, begitu keluar dari pesantren dan meneruskan jenjang ke perguruan tinggi, banyak sekali santri yang lulusan pesantren mampu menguasai literatur yang lebih luas. Bagi pesantren yang membiasakan bahasa Arab tentu generasi santrinya akan dengan faseh memahami ayat-ayat quran, tafsir dan berbagai  berbahasa Arab. Sedangkan pesantren yang menanamkan bahasa Inggris, maka dipastikan santri ini akan mudah bergaul dalam lingkungan yang berbahasa Internasional itu.
Sikap ibadah sudah pasti para santri akan dengan berat hati untuk meninggalkan tradisi ibadah sebagai kewajiban seorang muslim. Bandingkan dengan hasil output pendidikan umum, yang sekuler akan membebaskan anak-anak untuk tidak menurut kepada ritual keagamaan. Tentu saja dikatakan anak sholeh berbanding lurus dengan amal ibadahnya. Sementara anak toleh juga demikian. SEmua itu tergantung dari bagaimana manajmen pendidikan yang didapatnya.
3. Berjiwa Sosial
Berjiwa sosial merupakan salah satu materi pembelajaran yang diterapkan oleh pesantren. Sebab pesantren sendiri beridiri atas keikhlasan para pengurusnya dalam membangun pola ini. Jiwa sosial itu bisa dlihat dengan jelas dari biaya pendidikan. Seperti dalam postingan yang pernah saya tulis, pesantren hanya memungut 200 – 500 ribu perbulan untuk santri-santrinya. Dengan tarif sebesar itu, mereka mendapat fasilitas kamar asrama, makan sehari-hari dan bimbingan pengajian dan sekolah.
Bahkan pesantren yang di desa-desa seperti di Jawa Timur dan Jawa Tengah lebih murah lagi. Ada yang menaif hanya 150 ribu per bulan. Padahal mereka bertempat tinggal di asrama plus di bimbing 24 jam selama bertahun-tahun. Disamping di didik full , mereka pun diberi makanan yang bergizi.
Sikap sosial yang diterapkan para kyai dan pengasuh ini, tentu saja berdampak pada santri-santrinya. Kyai yang dengan jiwa sosial dengan tidak mengutamakan sisi ekonomi tetapi sisi pendidikan akhlak, moral dan pengabdian kepada keagamaan, tentu saja akan berdampak pada sikap santri saat berada di masyarakat.
Dari ketiga keuntungan anak-anak di pesantrenkan, maka tidak ada pilihan bagi orang tua yang memiliki kepedulian terhadap anak-anaknya. Apalagi jika hidup di tengah perkotaan, tentu dampak negatif dari berbagai serangan budaya akan mempengaruhi dan meracuni daya tahan terhadap proses pendewasaan. Namun demikian, orang tua yang masih mampu menjaga anak-anaknya tentu tidak masalah jika tidak dipesantrenkan, tetap mengikuti jenjang pendidikan formal dan dalam hal materi keagamaan bisa didapat dari berbagai tempat.
Dampak Negatif
Adakah dampak negatif anak-anak dipesantrenkan. Tentu asaja ada. Karena sisi postiif pasti ada negatifnya.
Pertama, anak santri yang dipesantrenkan akan terbiasa dengan budaya kebersamaan. Contohnya, saat bermain bersama teman-temanya, mereka bebas menggunakan sandal milik kawannya. Bebas pula memakai perlengkapan mandi dan lain-lain. Nah, dampak kepercayaan kepada teman dan rasa solidaritas ini, kadang terbawa ke dalam kehidupan di masyarakat. Karenanya, sikap ini perlu diwaspadai oleh orang tua. Terutama juga kepada pengurus pesantren agar anak-anak santri tidak terbiasa dalam hal seperti itu.
Kedua, isu terorisme. Dampak dari pendidikan pesantren salah satunya adalah mereka dituduh menyebarkan paham yang negatif seperti membenci komunitas yang lain. Untungnya, pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama tidak ada satupun yang memiliki paham keras seperti banyak yang sering terjadi dalam komunias internasional apa yang disebut terorisme atas nama agama.

Ibnu Katsir Berziarah ke Imam Syafi’i


Berziarah kepada orang-orang Shaleh akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kerohanian dan keilmuan. Karenanya, ulama dulu kepada orang-orang shaleh begitu menghormatinya dari hidup sampai wafanya. Contohnya, jika tulisan kemarin Imam Syafi’i senantiasa berziarah ke makam  gurunya, kini Imam Ibnu Katsir menuliskan bagaimana beliau juga sangat suka berziarah kepada orang Sholeh, yaitu Imam Syafi’i. Seperti diketahui kita bersama, mayoritas umat Islam di Indonesia dan Malaysia adalah penganut madzhab Syafi’i.
Berikut adalah kutipan dan Kyai Thobary Syadzili dari Banten yang mengupas kata-kata Imam Ibnu Katsir rahimahumullah..
# الخضر بن نصر #
===========
على بن نصر الأربلى الفقيه الِشافعي أول من درس بأربل فى سنة ثلاث و ثلاثين و خمسمائة , و كان فاضلا دينا , انتفع به الناس , و كان قد اشتغل على الكيا الهراسي و غيره ببغداد , و قدم دمشق فأرخه ابن عساكر فى هذه السنة , و ترجمه ابن خلكان فى الوفيات , و قال قبره يزار , و قد زرته غير مرة , و رأيت الناس ينتابون قبره و يتبركون به
Artinya:
“Ali bin Nasr al-Arbil, seorang ulama pakar fiqih Syafi’i adalah orang pertama yang mengajar di daerah Arbil pada tahun 533 H / 1139 M. Beliau seorang yang mempunyai keistimewaan di bidang ilmu agama. Banyak orang mengambil manfa’at dengan keilmuan beliau. Beliau sibuk sekali di al-Harasyi dan lainnya di Baghdad. Beliau mendatangi Damsyiq (sekarang Damaskus – Syria).
Kemudian Ibnu ‘Asakir menuliskan sejarah tentang beliau pada tahun itu juga, dan Ibnu Khulkan menterjemahkannya ke dalam kitab-kitab sejarah secara cermat. Dan dia berkata: Makam beliau suka diziarahi orang. Sesungguhnya aku (Imam Ibnu Katsir, pengarang kitab ini) pun sering menziarahinya. Aku melihat orang-orang meninggikan kuburannya dan mengambil berkah dengan menziarahinya (bukan menyembah dan meminta berkah kepada kuburan) pula”.
( Kitab “Al-Bidayah wan Nihayah karya Al-Hafidz Ibnu Katsir cetakan Daar el-Fikr tahun 1978 Jilid 6 Juz 12 halaman 287).
TENTANG IBNU KATSIR
Nama lengkapnya Isma’il bin Umar bin Katsir al-Bashri ad-Dimasyqi. Beliau terkenal dengan nama Abu Katsir Imaduddin Abul Fida’ (wafat tahun 774 H / 1374 M).
Selain itu beliau terkenal sebagai ulama Syafi’i yang ahli di bidang ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu fiqih, ilmu sejarah dll.
Kitab-kitab karangan beliau antara lain:
  1. Tafsir Ibnu Katsir
  2. Syarah al-Jami‘us Shahih lil Bukhari (syarah Hadits Bukhari)
  3. Jami’ul Masanin was Sunnah (Hadits: 8 jilid)
  4. Thabaqatul ‘Ulama (Sejarah Ulama-ulama)
  5. Al-Fushul fii Siratil Rasul (sejarah Nabi)
  6. Al-Wadhihiyun Nafis fii Manaqib Muhammad bin Idris (kitab keutamaan Imam Syafi’i)
  7. Al-Ijtihad fii Thalibil Jihad (kitab yang menerangkan tentang mengerahkan perang fii sabilillah)

Malangnya Nasib Kaum Syiah di Madura



Menjadi orang muslim di Indonesia perlu ekstra hati-hati sekarang ini. Pasalnya bukan karena masalah perundang-undangan di negeri ini, tetapi karena banyaknya promosi “kebencian” dan ketidaksiapan menghadapi berbagai macam perbedaan, menyebabkan kaum minoritas satu aqidah mengalami intimidasi dan penekanan. Itulah yang dirasakan oleh kaum Ahmadiyah dan kini giliran kaum  syiah Indoensia di Madura. Mereka siap hengkang dari Madura, karena mendapatkan berbagai tekanan.
Syiah Madura, memiliki  Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia (IJABI). Kegiatannya dipusatkan di daerahy  Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura.
Awalnya, seorang ketuanya diamankankarena ada rencana  ribuan orang yang berasal dari  enam desa siap menyerang kediaman pemimpin Syiah di sana.  Tajul Muluk yang rumahnya dijadikan pusat kegiatan jamaah yang selama ini lancar-lancar saja, kini berjalan seperti biasanya.
Kini aktivitas Majelis ta’limnya berjalan seperti biasanya. Ada sekolah, shalat berjamaah dan juga aktivitas keagamaan seperti pengajian. Dengan diamankannya sang ketua, kini tidak tampak lagi  adanya  ketegangan antara masyarakat sekitar dan penghuni kompleks IJABI.
Menurut catatan Kompas, saat wartawan menghubungi Tajul Muluk via  telepon selulernya, pada Rabu (13/4/2011), mengatakan kalau kegiatannya itu sama sekali tidak melanggar undang-undang.
Alasan warga masyarakat kenapa ingin membubarkan Syiah, adalah sebagai berikut:
  1. Sesat. Seperti juga Ahmadiyah, Syiah dianggap sesat. Warga masyarakat di sana senantiasa diberikan pemahaman bahwa Syiah itu adalah ajaran sesat dan harus dihilangkan.
  2. Tajul Muluk dan jamaahnya yang berjumlah seratus orang,  diultimatum oleh Badan Silaturrahim Ulama Madura (Basra) agar dirinya bersama lebih dari 100 jemaahnya segera hengkang dari Sampang.
Dari pihak Syiah di sana, bersama 100 jamaahnya tidak berkeberatan jika hengkang dari Madura. Tajul Muluk hanya mensyaratkan agar asetnya diganti dan siap pergi dari Madura.
“Kami tidak keberatan untuk hengkang demi mempertahankan keyakinan kami, asalkan pemerintah juga mau bertanggung jawab,” terang Tajul.
Begitu juga,   Alimullah (19), penanggung jawab kegiatan di kompleks IJABI,  siap pergi bersama  gurunya ke mana pun pergi. Bahkan, santri-santrinya juga akan dibawa serta. ”Ke mana pun ustaz pergi, kami akan selalu mengikutinya,” katanya. Namun, Tajul berharap itu tidak terjadi. Dirinya menginginkan duduk bersama untuk mencarikan solusi yang terbaik.
“Saya masih percaya ada solusi jika semua pihak, termasuk keamanan, mau membuka dialog,” terangnya.
Sudah mafhum bahwa Syiah sebagai aliran dalam Islam, sudah diketahui sejak lama dan berkembang seperti juga Ahmadiyah. Namun mereka tetap menjadi  minoritas.
Dan sepeninggal tokoh  besar Indonesia dari Nahdlatul Ulama,  almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  adalah salah satu  pendekar demokrasi   gigih membela hak keberagamaan mereka. Sayangnay beliau telah wafat, dan kini penggantinya belum ada yang berani tampil membela kaum minoritas.. Masya Allah, Ya Rabb, lindungilah  umat manusia di bumi ini dari pertumpahan darah.

Iwan Fals Adakan Konser di Buntet Pesantren


Tidak disangka jika musisi kondang yang bernama Virgiawan Listianto atau Iwan Fals ini mengadakan tour  musik (9/3) yang dikenal dengan Perjalanan Sepiritual di Buntet Pesantren, Cirebon. Sebab selama ini belum pernah ada konser musik diadakan pesantren ini. Tentu saja sambutan meriah dari para warga muda pecinta Iwan Fals ini berjubel. Ribuan penonton dan simpatisan berbaur. Ada ceramah dari KH. Abbas Billy Yacshsie sebagai upaya menenangkan massa saat ribut penonton.
Iwan Fals mengadakan kunjungan Perjalanan Spiritual di Buntet Pesantren, Cirebon, Rabu (9/3). Dalam suasana yang meriah masyarakat dan warga muda pecinta musisi yang sarat menyuarakan keprihatinan masyarkat itu disambut meriah.  Buntet Pesantren belum pernah kedatangan musisi apalagi menggelar konser. Namun baru tahun ini, seorang musisi yang banyak penggemarnya ini datang dalam tema “perjalanan spiritual”. Ratusan massa mendatangi perhelatan konser yang meriah ini disambut gembira, karena memang belum pernah ada konser musik di kampung ini.
Sempat Ricuh
Kalau saja tidak diantisipasi oleh aparat keamanan, maka kerusuhan kecil bisa menyulut kerusuhan lebih besar lagi. Berdasarkan pantauan di lapangan, sempat terjadi kerusuhan menyusul adanya dorongan antar penonton.
Dalam pentas yang berkolaborasi dengan santri tersebut awalnya penonton disuguhi lantunan lagu dan musik Timur Tengah seperti ballasik dan kasidah yang disampaikan Lukman dan kawan-kawan. Selanjutnya grup musik komunitas Orang Indonesia (OI) Cirebon. Namun, ketika lagu kedua dilantunkan, kekisruhan antarpenonton terjadi.
Aksi saling lempar sandal, botol air mineral, bahkan batu kecil dan kayu mengacaukan suasana pentas. Kekisruhan terhenti ketika pantia melerai dan mengambil kayu yang dijadikan pengikat bendera. Dan untuk mendinginkan suasana yang memanas, salah seorang sesepuh Pondok Pesantren Buntet, KH. Zaelani dan dai’i muda KH. Dr. Abbas Billi Yachsie, memberikan tausiah dan berdoa.
KH. Abbas Billi mengajak penonton untuk menciptakan suasana kondusif. Apalagi, sangat tidak pantas apabila terjadi keributan di lokasi yang masih di kawasan pesantren. Menurut dia, Imam Syafi’i dan Imam Al-Ghazali yang sangat dihormati umat Islam merupakan ulama besar yang juga menyenangi kesenian. Musik merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
Babas (sapaan kiyai Abbas Billi-red) juga menyambut baik penyanyi legendaris Iwan Fals dalam rangka mengunjungi pesantren-pesantren di Indonesia. “Niat baik Iwan Fals harus kita dukung bersama sebagai syiar Islam dan memadukan antara seni serta spritual,” katanya.
Beberapa penonton yang diamankan mengalami luka lebam dan pendarahan pada bagian hidung setelah saling serang. “Mereka yang ribut dan berkelahi dibawah pengaruh minuman keras. Ketahuan dari bau minuman dari mulut mereka,” kata salah seorang pengasuh pondok pesantren yang juga anggota DPRD Kab. Cirebon,. M. Nouval. Setelah kekisruhan bisa dikendalikan, selanjutnya Iwan Fals melantunkan beberapa lagu yang mampu menghipnotis para penggemarnya.
Menurut M. Nouval, Iwan Fals tiba di Buntet Pesantren sejak Selasa (8/3) kemarin. Pada pagi harinya melakukan penanaman pohon secara simbolis bersama pejabat daerah di lingkungan pesantren. Kunjungan Iwan Flash ke Buntet merupakan yang ke -33. Sesuai rencana, penyanyi yang awalnya melejit lewat lagu “Umar Bakri” itu akan mengunjungi sebanyak 99 pondok pesantren di Nusantara.

Blogroll

jffffff